Backend

Memahami Layered Architecture: Struktur Modular untuk Aplikasi

  • Penulis : Fitri Hy
  • Tanggal : 2025-01-29

Layered Architecture adalah pola arsitektur perangkat lunak yang membagi sistem menjadi beberapa lapisan terpisah berdasarkan tanggung jawabnya masing-masing. Pendekatan ini membantu meningkatkan skalabilitas, pemeliharaan, dan keterbacaan kode dalam pengembangan aplikasi.

Lapisan dalam Layered Architecture

1. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)

Lapisan ini bertanggung jawab untuk menampilkan antarmuka pengguna dan menangani interaksi antara pengguna dengan aplikasi. Contohnya adalah tampilan UI dalam aplikasi web atau mobile.

2. Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Lapisan ini mengelola logika bisnis tingkat tinggi dan bertindak sebagai penghubung antara lapisan presentasi dan lapisan bisnis.

3. Business Logic Layer (Lapisan Logika Bisnis)

Berisi aturan dan proses bisnis utama yang mengatur bagaimana data diproses dalam aplikasi.

4. Data Access Layer (Lapisan Akses Data)

Berfungsi sebagai jembatan antara aplikasi dan database, menangani operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) serta komunikasi dengan sumber data eksternal.

Keuntungan Menggunakan Layered Architecture

  • Pemisahan Tanggung Jawab – Memudahkan pemeliharaan dengan membagi kode berdasarkan fungsinya.
  • Reusability – Setiap lapisan dapat digunakan kembali dalam berbagai proyek tanpa perubahan besar.
  • Kemudahan Pengujian – Unit testing dapat dilakukan secara independen pada setiap lapisan.
  • Skalabilitas – Struktur modular mempermudah pengembangan dan ekspansi aplikasi.

Implementasi Layered Architecture dalam Aplikasi

Berikut adalah contoh sederhana bagaimana Layered Architecture diterapkan dalam pengembangan aplikasi menggunakan Node.js:

1. Data Access Layer (DAL)

class UserRepository {
    async getUserById(id) {
        return db.query('SELECT * FROM users WHERE id = ?', [id]);
    }
}

2. Business Logic Layer (BLL)

class UserService {
    constructor(userRepository) {
        this.userRepository = userRepository;
    }
    async getUserDetails(id) {
        return this.userRepository.getUserById(id);
    }
}

3. Application Layer (Controller)

class UserController {
    constructor(userService) {
        this.userService = userService;
    }
    async getUser(req, res) {
        const user = await this.userService.getUserDetails(req.params.id);
        res.json(user);
    }
}

4. Presentation Layer (Routes)

const express = require('express');
const router = express.Router();
const userController = new UserController(new UserService(new UserRepository()));

router.get('/users/:id', (req, res) => userController.getUser(req, res));

module.exports = router;

Kesimpulan

Layered Architecture adalah solusi yang efektif untuk mengorganisasi kode dengan baik, memisahkan tanggung jawab dalam pengembangan aplikasi, dan meningkatkan skalabilitas serta pemeliharaan sistem. Dengan memahami dan menerapkan pola ini, pengembang dapat menciptakan aplikasi yang lebih modular dan fleksibel.

Komentar:

Belum ada komentar, jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar: